Home Berita Laut yang Tenggelam Raih Awards of Excellence di YIDFF 2007

Laut yang Tenggelam Raih Awards of Excellence di YIDFF 2007

by Dauzsy

awards-of-excellence-yidff-2007-3.pngFilm Laut yang Tenggelam (The Drown Sea) yang disutradarai Yuslam Fikri Ansari (Yufik), produksi Komunitas Perfilman Intertekstual (KoPI) Bandung bekerja sama dengan Kantor Bantuan Hukum (KBH) Purwokerto, dan Masyarakat Ujung Alang, Kampung Laut Sagara Anakan, meraih Awards of Excellence untuk kategori New Asian Currents di ajang Yamagata International Documentary Film Festival (YIDFF) 2007. Sepanjang keikutsertaan film dokumenter Indonesia di ajang YIDFF, ini merupakan film dokumenter Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan.

Penghargaan utama (Ogawa Shinsuke Prize) untuk kategori New Asian Currents diraih oleh film dari Cina, Bingai, yang disutradarai Feng Yan. Selain mendapat penghargaan utama, Bingai pun meraih Community Cinema Award.

Awards of Excellence diberikan pula kepada film Back Drop Kurdistan yang disutradarai Nomoto Masaru. Film hasil produksi bersama Jepang, Turki, dan Selandia Baru ini pun sekaligus dinobatkan sebagai film pilihan penonton, dan berhak atas Citizens’ Prize.

Yamagata International Documentary Film Festival merupakan festival film internasional untuk film dokumenter yang bersifat kompetitif. YIDFF pertama kali diadakan pada tahun 1989, dan selanjutnya secara rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali di Kota Yamagata, Jepang. YIDFF yang ke-10 tahun 2007, telah dilangsungkan pada 4―11 Oktober 2007.

YIDFF dianggap sebagai salah satu festival film dokumenter paling terkemuka di dunia. Untuk tahun 2007, panita penyelenggara festival menerima sebanyak1,633 film dari109 negara, yang terbagi menjadi 2 kategori: International Competition (969 film dari100 negara; 15 film yang terseleksi) dan kategori New Asian Currents (664 film dari 44 negara; 20 film yang terseleksi).

Kategori International Competition merupakan kompetisi terbuka yang bisa diikuti oleh para filmmaker dokumenter dari seluruh dunia. Sedangkan kategoti New Asian Currents merupakan kompetisi yang secara khusus ditujukan bagi karya-karya film dan/atau video dari para pembuat film dokumenter muda di Asia. Pemenang dalam kategori ini akan menerima penghargaan Ogawa Shinsuke dan Awards of Excellence.

Untuk tahun 2007 ini ada dua film dokumenter dari Indonesia yang terpilih untuk kategori New Asian Currents. Selain Laut yang Tenggelam (The Drown Sea), satu film lainnya adalah Bermain di Antara Gajah-Gajah (Playing Between Elephants) yang disutradarai Aryo Danusiri.

Di samping memutarkan film terpilih untuk kategori International Competition dan New Asian Currents, pada YIDFF 2007 ini diputar pula sejumlah film yang terangkum dalam program Special Invitation Film (yang di antaranya memutarkan film karya Ogawa Shinsuke), New Docs Japan, The Indurance and Future of 8mm Film, Facing the Past―German Documentaries, dan Juror Films (film-film dokumenter karya para juri festival); selain diselenggarakan pula sejumlah workshop, seminar, dan diskusi.

Secara keseluruhan, pada YIDFF 2007 terhitung ada 238 pemutaran film, dan dihadiri oleh 23.387 penonton.

Berikut adalah daftar lengkap peraih penghargaan di ajang YIDFF 2007:

Prizes for the International Competition
Jury: Hasumi Shigehiko (President, Japan), Pedro Costa (Portugal), Alanis Obomsawin (Canada), Kidlat Tahimik (Philippines), Apichatpong Weerasethakul (Thailand)

The Robert and Frances Flaherty Prize (The Grand Prize):
FENGMING A Chinese Memoir Dir: Wang Bing / CHINA

The Mayor’s Prize:
Encounters Dir: Pierre-Marie Goulet / PORTUGAL, FRANCE

Runner-up Prizes:
Potosi, the Journey Dir: Ron Havilio / ISRAEL, FRANCE
M Dir: Nicolás Prividera / ARGENTINA

Special Prize:
Tarachime birth/mother Dir: Kawase Naomi / JAPAN

New Asian Currents Awards
Jury: Byun Young-joo (Korea), Nakazato Isao (Japan)

Ogawa Shinsuke Prize:
Bingai Dir: Feng Yan / CHINA

Awards of Excellence:
The Drown Sea Dir: Yuslam Fikri Anshari (Yufik) / INDONESIA
Back Drop Kurdistan Dir: Nomoto Masaru / JAPAN, TURKEY, NEWZEALAND

Special Mention:
Somewhere over the Cloud Dir: Hsiao Mei-ling / TAIWAN

Citizens’ Prize
Mr. Pilipenko and His Submarine Dir: Jan Hinrik Drevs, René Harder / GERMANY
Back Drop Kurdistan Dir: Nomoto Masaru / JAPAN, TURKEY, NEWZEALAND

——————————
Community Cinema Award
Bingai Dir: Feng Yan / CHINA

——————————

Daftar Film Dokumenter Indonesia yang Pernah Diputar/Berkompetisi di Yamagata International Documentary Film Festival

1991
Paraing Marapu (1990), Dudit Widodo, The Asia Program

1993
Genesis Genesis (1981), Gatot Prakosa, Asia Program
Jalur (1977), Gatot Prakosa, Asia Program
Meta Ekologi (1979), Gatot Prakosa, Asia Program
Meta-Meta (1977), Gatot Prakosa, Asia Program
Non-KB (On Family Planning) (1979), Gatot Prakosa, Asia Program

1995
Merry-Go-Round (1993), M. Rivai Riza, New Asian Currents

1997
The Little Gayo Singer (1995), Nan T. Achnas, New Asian Currents

1999
Jakarta Stock Shots: No. 7 (1999), Ron Puyundatu, New Asian Currents

2007
The Drown Sea (2006), Yufik, New Asian Currents
Playing Between Elephants (2007), Aryo Danusiri, New Asian Currents

You may also like

7 comments

Aryo Oktober 14, 2007 - 4:37 am

dauz,

bisa kirim berita ini dalam bentuk email ke gw?
Nanti gw akan forward ke teman2 lainnya.

Reply
Zainul Oktober 26, 2007 - 1:32 pm

Selamat Atas Awards of Excellence di YIDFF 2007. Maju terus KoPi.

Chenul, Database Cibaduyut

Reply
prince blade November 5, 2007 - 2:49 pm

hade tah informasi teh, lur! teruslah berbagi agar semua orang menjadi pintar

Reply
Cho November 21, 2007 - 10:07 am

Proficiat, man!
Finally found what you’re lookin for, eh?

Gue link ya.
Salam.

Reply
evil November 23, 2007 - 7:17 am

congratulation for ‘ur success…
perfecto progress..
i’m wait for the next issue
keep in explore the hidden treasure of indonesian secret for the new indonesian
tq :p

Reply
jiwateater Desember 10, 2008 - 11:22 pm

congrat, sukses selalu utk KoPI dan semua yg terlibat

Reply
Arane Udan Riris September 21, 2012 - 4:03 am

2010, film dokumenter Indonesia kembali masuk di YIDFF. Film Prison and Paradise yang disutradari Daniel Rudi Haryanto, meraih penghargaan Director Guild of Japan Award YIDFF.

Reply

Leave a Comment