Beranda » Seni & Budaya » Teater » Catatan untuk SWING!

Dari Tubuh Tanpa Kepala & “Peristiwa Kebetulan”

Catatan untuk SWING!

Oleh Moh. Syafari Firdaus
0 komentar 611 dilihat 3 menit membaca
swing!

Apa yang sesungguhnya terjadi dalam lakon SWING!, barangkali tidaklah terlalu penting untuk dibicarakan. Boleh jadi, yang tampak dari sejumlah peristiwa yang hadir di sini hanyalah sebentuk kekenesan yang bahkan terlalu dibuat-buat: fragmentaris, diskontinyu, facial, entah berpijak di mana, dan lebih dari itu: nonsens! Dengan sendirinya, suara (si)apa yang ingin diucapkannya sangat mungkin menjadi tidak penting juga.

Tidaklah menjadi soal kalaupun kemudian ada yang sampai berpikiran demikian, ketika lakon ini, di dalam realitas pentasnya, seakan tampak begitu berkeras untuk menyatakan dirinya sebagai sebuah peristiwa yang (harus) diyakini sebagai peristiwa teater. Yang jelas, di sini kami tetap berusaha untuk beranjak dari suatu dasar pemikiran dan gagasan yang harapannya akan bisa (tetap) teridentifikasi, yang bukan hanya sekadar letupan eskapis yang kenes dan sesaat, atau berkubang dengan membawa paradigma untuk mencari gaya berteater yang seterusnya akan bisa dipandang khas.

Dengan kata lain, kami tidak bertolak untuk menawarkan sesuatu yang boleh terbilang istimewa. Bahkan SWING! pada mulanya hanya merupakan semacam peristiwa happening art biasa: berangkat dari dunia para aktor di wilayah ruang pertunjukkan untuk “bermain(-main)” dengan segala sesuatu yang sekiranya bisa dimainkan. SWING! pun sebelumnya tidak pernah dibayangkan akan menjadi pementasan seperti yang kami bawakan kali ini karena dalam proses awalnya ia lebih sering bergerak sebagai tubuh tanpa kepala yang terus menerka-nerka arah, senantiasa terbata-bata dalam usahanya untuk menelusuri setiap kepingan peristiwa yang ingin diucapkannya, dan juga serba tanggung ketika harus menjelajahi berbagai ruang kemungkinan baru yang tersedia untuk menemukan sebentuk entitas yang (benar-benar) bisa mengisi keterpenggalan pada dirinya. Kalaupun kini tubuhnya telah berkepala, semoga saja ia tidak tampak terlalu goyah di saat harus mengartikulasikan kehadirannya.

Dalam relevansinya dengan wilayah tekstual (literer) dan artikulasi verbal, kehadiran sejumlah teks tertentu sedikit banyak—dan secara langsung atau tidak—memang telah menyelinap di antara gagasan dasar yang ingin kami ucapkan: yang mungkin jelas terlihat adalah Menunggu Godot-nya Samuel Beckett yang dalam lakon ini secara jelas kami adopsi nama tokoh-tokohnya. Akan tetapi, hal itu tidaklah lantas mengartikan, kami (tengah) bergerak dalam sebuah usaha untuk mengedepankan frame Beckettian, maupun bermaksud untuk mendekonstruksi ataupun memparodikan teks Beckett tersebut.

Terus terang, dalam konteks pementasan ini kami tidak berpretensi untuk mengusung grand desain semacam itu, meskipun gagasan tersebut telah kerap terpikirkan jauh sebelum lakon SWING! ini lahir. Mungkin benar jika kemudian ada yang mencium aroma absurditas atau wilayah surealis di sini. Hal itu memang sangat kami sadari, meskipun secara naif perlu kami akui jika kehadiran aroma absurditas atau wilayah surealis itu pun sebenarnya tidaklah dipersiapkan dari semenjak awal sebagai wilayah artikulasi gagasan: sebagian besar darinya (secara sadar atau tidak) justru muncul dari temuan-temuan selama berjalannya proses (latihan), baik di tingkat kognitif maupun di tataran teknis-dramaturgi, yang kiranya menyediakan begitu banyak peluang bagi terciptanya sejumlah sensasi dari peristiwa kebetulan yang cukup menarik untuk terus dikembangkan.

Selebihnya, kami akan menyerahkan pementasan ini pada Anda. Semoga ternikmati.

Pun paralun. Hatur nuhun.***

 

Moh. Syafari Firdaus, Sutradara

Mungkin Anda akan Tertarik

Tinggalkan komentar